Diary Of Dinar
Senin, 13 Mei 2013
Kenyataanya Kau Kembali (Short Fiction)
Namaku Claire dan aku menyukai fotografi. Hobi ku ini yang telah membawaku untuk menemukan orang yang ku sayangi. Dan lelaki itu adalah Jason. Aku ingat bagaimana kronologi manis ketika waktu mempertemukan kami saat itu. Tapi entahlah apa saat ini dia masih mengingatku? Atau bahkah sudah membuang jauh-jauh kenangan manis yang pernah terjadi diantara kita.
Sebelum dia menjadi model terkenal seperti saat ini. karir cemerlangnya sebagai model itu dimulai dari ideku yang mengirimkan fotonya kedalam ajang pencarian cover boy. Dan disana Jason terpilih untuk menjadi seorang Model disalah satu majalah remaja. Mungkin jika aku tidak memotret dan mengirimkan foto Jason ke ajang itu, saat ini mungkin dia masih bersamaku. Tapi biarlah, mungkin memang ini sudah menjadi jalannya menjadi seorang yang terkenal.
Semua kejadian itu terjadi sekitar 2 tahun silam, dimana untuk pertama kalinya aku berjumpa dengan Jason. Pada sore hari di sebuah taman kecil tengah kota, aku melihat Jason sedang duduk diam ditemanni olah buku yang sedang dibacanya. Dari jarak kejauhan ku abadikan momen biasa itu dalam sebuah jepretan kamera ku.
Tersadar akan gerak-gerikku yang mengambil gambarnya, dia menghampiriku. Perasaan takut itu pun muncul, karena aku telah memotretnya tanpa izin.
“apa yang kamu lakukan disini?”
“haa..haa... tidak apa-apa hanya kebetulan memotretmu.”
“oh.. tak apa. Kalau boleh tau namamu siapa?”
Dan selanjutnya aku berkenalan dengan Jason. Mulai saat itu aku dekat dengan Jason, dan seiring berjalannya waktu kami pun berpacaran. Aku sering mengajak pergi Jason ikut denganku untuk berhunting foto. Dan menjadikannya sebagai modelku. Dan aku pun mengajarinya beberapa teknik memotret.
Hal yang tak pernah aku bisa lupakan hingga saat ini, saat kita berdua saat beristirahat sejenak ditemani oleh sejuknya angin sore dengan menatap senja sore nan indah dari sebuah taman kecil. Pelukan serta kecupan manis dibibirku ini masih terasa hangat ketika mengingat kejadian sore itu.
12 July 2010 adalah bulan ke-5 kami menjalani hubungan asmara ini, inginku memberi sedikit perayaan kecil untuk memperingati hari yang membahagiakan ini. ternyata rencana ini didahului Jason. Aku kalah start dengannya. Dia mengajakan kesuatu tempat yang menjadi kebiasaan kita bersama. Disebuah taman kecil dengan pemandangan indah sore itu, membuatku semakin terpesona olehnya.
“aku harap kau menyukainya,sayang”
Kalimat ini teruntai indah dari mulut Jason dengan memberikan sebuah hadiah kecil untukku. Kubuka perlahan hadiah kecil yang terbungkus oleh kertas kado berwarna merah muda itu dan ternyata isinya sebuah kalung yang sangat indah sekali. Dan akupun menyukainya. Aku juga memberikan sebuah hadiah untuknya, sebuah sarung tangan kecil yang mungkin bisa dia simpan.
Aku bertanya kepada Jason, apakah dia mau mengikuti sebuah ajang pencarian cover boy. Karena menurutku dia pantas untuk mengikuti ajang seperti itu lagi pula banyak foto-foto Jason yang ku bagus dan pantas untuk diikutkan ajang seperti itu. Aku pun meminta izin untuk mengirimkan fotonya keagency majalah itu.
“kamu yakin?” tanya Jason kepadaku. Dan sontak ku jawab yakin.
“baiklah kalau itu mau mu, apa salahnya mencoba bukan?” dia menyetujui permintaanku tersebut.
Pagi harinya aku mengirimkan foto beserta data diri Jason ke agency majalah tersebut. Beberapa minggu kemudian mendapatkan konfirmasi dari agency tersebut kalau Jason terpilih sebagai finalis coverboy. Kabar gembira ini langsung aku sampaikan kepadanya. Keesokkan harinya aku mengantarnya pergi ke Jakarta untuk menghadiri perlombaan itu.
Mungkin keberuntungan itu memang dimiliki oleh Jason dia memenangkan ajang itu. Menjadi juara 1 dan mendapatkan kontrak untuk menjadi model dimajalah itu. Dan dari sinilah kekawatiranku muncul, entah tiba-tiba terlintas dalam fikirku aku takut kehilangannya. Dia mendapatkan kontrak kerja di Jakarta, otomatis dia akan menetap disana untuk sementara waktu, sedangkan aku berada jauh di Yogja. Aku mencoba menghilangkan fikiran negatif itu.
Kenyataannya sekarang fikiran negatif itu berhasil menguasai otak dan hatiku. Dan itu benar-benar terjadi. Semenjak dia menetap dijakarta, 2 bulan kemudian aku sulit untuk menghubungi Jason. Jadwal yang sibuk membuatnya telah lupa akan diriku. Aku hanya bisa berharap dia akan kembali kesini.
Bulan demi bulan telah aku lewati tanpa pernah mendapat kabar dari Jason. Aku sering mendatangi tempat dimana kami sering bersama dan berharap Jason ada disana. Namun itu hanya bayanganku saja, dalam nyatanya Jason tidak ada disana. Aku tak tau bagaimana kejelasan hubunganku dengannya. Aku mulai putus asa menunggunya yang tak kunjung datang.
Dan saat ini aku memutuskan akan pindah ke Surabaya, untuk melupakan semua kenangan yang pernah ada disini. Mencoba mencari pekerjaan baru disana. Tak kusangka permintaanku terhadap Jason untuk mengikuti ajang pencarian model tersebut akan menggantungkan hubunganku dengannya.
Tekatku sudah bulat untuk pergi ke Surabaya. Kulihat jam yang ada di Bandara menunjukkan pukul 3 sore, satu jam lagi aku akan melakukan penerbangan ke Surabaya. Terdengar suara orang yang sedang berlari dan memanggil namaku dari kejauhan. Kutolehkan kepalaku kebelakang dan ku lihat sesok Jason dibelakang sana yang ingin bertemu denganku. Aku pun menghampirinya.
Dia tau dari keluargaku kalau aku akan pergi ke Surabaya, dia menceritakan semua alasannya kenapa tidak menghubungiku. Dia melarangku untuk pergi ke Surabaya. Dia berjanji untuk kembali ke Jogja dan kembali padaku. (Dinar Enggarsasi)
Aku Bukan Monster (Short Fiction)
Kata pembunuh sepertinya terdengar sangat menyakitkan sekali untuk dicerna oleh telinga. Dan itu adalah aku, karena kelalaianku sendiri sebagai dokter yang bermaksud menolong kekasihku Anthony tetapi kenyataannya malah sebaliknya. Aku berani bersumpah, tidak pernah aku bermaksud untuk membunuh Anthony. Takkan mungkin aku bisa membunuh seorang yang sangat aku cintai. Semua ini karena kelalaianku yang salah memberikan obat untuk Anthony ketika dia mengalami pusing kepala yang sangat hebat saat itu.
Sore itu Anthony datang kerumahku dengan keadaannya yang buruk, dia merasakan pusing yang luar biasa dikepalanya. Melihat keadaan anthony yang seperti itu aku merasa panik , aku pun menyuruhnya masuk kedalam rumah dan beristirahat sejenak. Kuambilkan sebuah obat dari kotak obat dan ku berikan kepada Anthony. Dia pun meminum obat pemberianku. Beberapa saat kemudian setelah meminum obat yang ku berikan, Anthony mengalami kejang-kejang yang membuatku takut. Keadaan itu membuatku semakin panik, dan aku pun bergegas membawa Anthony kedalam mobilku dan kuantarkan dia ke Rumah Sakit terdekat.
Sepanjang perjalanan aku merasa sangat gelisah, aku takut akan hal buruk yang akan terjadi pada Anthony. Sesampainya di rumah sakit aku langsung meminta bantuan kepada petugas disana untuk membawa Anthony keruangan gawat darurat. Disana aku hanya bisa menunggu kabar dari Dokter yang sedang bertugas. 1 jam sudah aku menunggu, dan ku dengar suara langkah kaki yang keluar dari ruang gawat darurat. Disana aku melihat Dokter Andre yang berjalan menuju ku,
“ma’af, aku sudah berusaha semaksimal mungkin.” Kata dokter Andre.
“apa yang terjadi pada Anthony?”
“Aku gagal menyelamatkan Anthony! Sebenarnya apa yang terjadi sebelumnya?”
Aku pun menceritakan hal yang sebenarnya kepada dokter Andre, dan dokter Andre pun menyimpulkan kalau tubuh Anthony tidak bisa menerima sembarang obat. Aku juga tidak pernah tau kalau Anthony ternyata seperti itu.
Rasanya sangat terpukul sekali mengetahui orang yang ku sayangi mati karena kelalaianku sendiri. Aku tau itu mungkin memang sudah menjadi takdirnya tetapi aku merasa betapa bodoh dan lalainya aku dalam hal ini. Dan semenjak itu pula aku bertekat bulat melepas profesiku sebagai dokter. Karena aku merasa telah gagal karena tidak bisa menyelamatkan kekasihku yang sudah lama sekali bersamaku.
Setelah kematian Anthony aku mengalami depresi yang sangat berat sekali, sepertinya aku tidak bisa menerima dan mema’afkan diriku sendiri karena kejadian ini. Selama berhari-hari aku mengurung diriku didalam kamar, dan bayang-bayang Anthony semakin membuatku gila dan terpukul atas kehilangannya. Aku berdiri didepan kaca dan melihat diriku sendiri, seolah aku menatap diriku bagaikan seorang monster yang telah membunuh kekasihnya sendiri. Semenjak itulah aku menganggap diriku itu seperti monster.
Aku mencoba untuk mencari suatu yang memungkin membuatku senang, namun kali ini aku salah menemukan cara untuk bersenang-senang. Seperti ada setan yang membisikkan sesuatu ke telingaku dan terlintas dalam fikiranku untuk mencoba memakai obat-obatan terlarang. Dan aku melakukannya. Betapa bertambah hancurnya diriku.
Sepertinya aku mulai kecanduan untuk menggunakan narkotika. Aku merasa bayang-bayang Anthony kembali muncul ketika aku tidak mengkonsumsi heroin yang kudapat dari seorang bandar. Rasanya melayang tanpa pernah ada beban dalam fikiranku.
Sudah hampir 1 bulan sahabatku Desny mencoba menghubungiku, namun tak pernah ku hiraukan. Desny pun mulai curiga kalau suatu hal telah terjadi kepadaku. Dan Desny pun ingin membuktikannya dengan datang kerumahku. Berulang kali terdengar Desny mengetuk pintu kamarku. Akhirnya dia mendobrak pintu kamarku dan memergokiku saat aku mengkonsumsi sebuah heroin.
“apa yang kau perbuat Jena?” teriaknya didepanku
“entahlah, aku merasa tenang sekarang! Hahaha”
Desny menampar ku dengar kerasnya
“sadar jen, apa yang kamu lakuin itu salah. Bukan seperti ini caranya?”
Melihat keadaanku seperti ini Desny menangis dan memelukku dengan erat. Melihat Desny menangis, tanpa sadar aku juga meneteskan air mataku. Sebenarnya hatiku juga tidak bisa menerima aku menjadi seperti ini.
“Seorang dokter menjadi pecandu heroin? Iya...?” ucapnya dengan menangis
“aku bukanlah lagi seorang dokter, dokter apa yang membunuh kekasihnya sendiri?” berontakku
“ini bukan salahmu sepenuhnya Jena, ini sudah menjadi takdir Anthony. Disana Anthony mungkin juga takkan pernah bisa damai ketika melihatmu seperti ini.”
“aku hanyalah monster yang membunuh kekasihku sendiri.” Aku berteriak dan menangis dipelukkan Desny.
Sebenarnya aku sadar kalau jalan yang aku pilih saat ini adalah kesalahan terbesar yang pernahku alami. Aku ingin merubah semua ini, aku ingin melepas kecanduan ku terhadap narkotika ini. Desny pun juga berusaha membantuku, dia memiliki mawarkanku untuk diajak ke panti rehabilitasi. Dan aku pun mengikuti saran yang diberikan sahabatku itu.
Keesokkan harinya Desny mengantarku ke tampat rehabilitasi narkoba. Aku benar-benar ingin sembuh dari ketergantunganku ini. Dan semoga ini adalah pilihan yang tepat untukku. Ketika aku masuk ke dalam sebuah ruangan yang akan menjadi ruanganku, aku melihat sesosok gadis remaja yang mamandangiku terus ketika aku datang. Kudekati dirinya dan kuajak dia berkenalan.
“siapa namamu?” tanyaku
“namaku Jessy, kakak siapa?” tanya gadis kecil itu.
“aku Jena, berapa usiamu?”
“aku 17 tahun.”
Ternyata gadis ini berusia 17 tahun, terpaut 7 tahun lebih muda dari usiaku. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan kepada gadis ini. Terutama apa masalahnya sehingga bisa masuk di panti ini. Tapi aku menanti waktu yang tepat untuk menanyakan semua ini.
Disuatu sore, senja pun mulai menampakkan keindahannya dari langit sana. Terihat sangat indah sekali ketika ku melihatnya dari taman kecil yang ada disini. Aku menjadi teringat kembali akan sesosok Anthony, dia datang didalam lamunanku disore itu. Aku bertanya kepada diriku sendiri “masih bolehkah aku percaya akan rasa rindu kepada Anthony?” Sekejap Gadis kecil itu datang menghancurkan lamunanku disore itu.
Sepertinya ada yang ingin dia tanyakan kepadaku dan aku berusaha untuk memancingnya. Dan akhirnya dia pun berani untuk bertanya
“Kak, apa masalahmu sehingga kakak berada disini?”
Pertanyaan ini yang sebenarnya ingin aku tanyakan padanya tetapi kalah start duluan dengan gadis ini. Aku pun menceritakan semuanya padanya. Dan setelah itu aku berbalik bertanya kepadanya dengan pertanyaan yang sama. Jessy menceritakan apa masalahnya kepadaku.
“ lalu bagaimana denganmu?” tanyaku
“ketika aku kelas 1 SMA, aku tak tau kenapa aku tidak pernah memiliki teman disekolah ku itu. Sepertinya
mereka semua membenciku, tapi aku tak tau apa alasannya. Seolah aku seperti di-bully disana. Tak ada 1 pun orang menjadi temanku disana. Sehingga aku mencari teman lain dan dia yang membuatku mengenal narkotika.”
Ketika kami sedang asyik bercerita, petugas yang ada disini datang mengahampiriku.
“permisi mbak Jena, ada yang datang ingin menemui mbak Jena!” kata petugas panti rehabillitas
“Siapa pak?” tanyaku
“Felix namanya mbak”
“bilang aja kalau saya belum mau menemui siapapun.”
Jessy pun menyaut pembicaraanku dengan petugas panti ini.
“janganlah begitu, selama hampir 6 bulan aku berada disini tak ada satu pun yang mengunjungiku kak.
Kakak yang masih beberapa hari aja berada disini sudah ada yang perhatian ada yang menjenguk kakak”
“tapi masalahnya...!” belum selesai aku berbicara.
“sudahlah kak temui teman kakak itu.”
“oke aku akan menemuinya tapi tidak sekarang, tolong sampaikan kepadanya pak” pintaku
“baik mbak”
Setelah petugas itu pergi, aku bertanya lagi kepada Jessy mengenai kebenaran perkataannya tadi. Dia tidak pernah dijenguk sekalipun bahkan keluarganya.
Keesokkan harinya, para penghuni panti rehabillitas lainnya berkumpul. Kami duduk melingkar dan saling sharing masalah kami masing-masing. Ternyata beragam cerita yang dapat dengar dari mereka. Dan saat giliranku bercerita ada pihak yang sepertinya tidak dapat menerima ceritaku. Mereka memojokkanku dan melimpahkan semua kesalahan kepadaku. Dan ini semua membuatku semakin merasa bersalah kembali dan teringat masalalu itu. Jessy datang dan membelaku disana, diajaknya pergi aku olehnya dari krumunan orang-orang ini. Jessy kembali berusaha meyakinkanku kalau aku bukan penyebab kematian Anthony.
Felix kembali datang ke panti rehabillitas setelah 3 hari yang lalu aku menolak kedatangannya. Alasan ku kenapa saat itu aku tak mau bertemu dengannya karena aku merasa malu karena aku telah melakukan hal yang sangat fatal. Felix adalah mantan kekasihku disaat aku masih kuliah. Dan aku putuskan untuk menemuinya sekarang. Kedatangan Felix bermaksud untuk memberikan support padaku, dan dia menanyakan kapan aku bisa keluar dari sini. Kami berbincang-bincang cukup lama disana. Disaat itulah aku melihat Jessy pergi membawa kopernya, ternyata dia sudah diperbolehkan keluar dari panti rehabillitas ini. Kedua orang tuanya mangajak Jessy bergegas untuk pulang tapi dia menyempatkan waktu untuk berpamitan denganku dan memelukku. Tetesan air mata tak dapat terbendung lagi ketika melihat Jessy akan pergi. Hari-hariku mungkin akan terasa sepi tanpa Jessy disini. Dia berjanji padaku untuk datang kembali untuk menjengukku.
6 bulan sudah aku jalanni hari-hari ku didalam panti ini. Dan siang ini aku sudah diperbolehkan untuk meninggalkan tempat ini. Kulihat Felix sudah berdiri didepan gerbang pintu Panti dan bersandar di pintu mobilnya sambil menatapku. Dia memang sudah berencana untuk menjemputku. Dan aku pun bersedia untuk pulang bersamanya. Sebelumnya dia mengajakku untuk makan siang disebuah Cafe. Disana dia mengatakan ingin kembali kepadaku, dan dia akan menerima semuanya yang pernah terjadi pada diriku. Aku berusaha untuk meyakinkannya kembali.
“Yakinkah kamu bisa menerima ku? Aku ini seorang monster lho!” ucapku
“monster? Tidak lagi, sudahlah Jena ini bukanlah kesalahanmu. Berhentilah menganggap dirimu itu adalah monster.” Felix meyakinkanku
Berulang kali Felix berusaha untuk meyakinkanku. Dan aku pun yakin kalau dia benar-benar serius dalam perkataannya. Aku memutuskan untuk kembali bersama Felix walaupun tak mudah untukku melupakan begitu saja Anthony. Aku yakin disana Anthony pasti tau mana yang terbaik untukku.
Aku kembali pada kehidupanku yang sebelumnya, menjadi seorang Jena yang ceria dan selalu bersemangat. Tapi aku tidaklah lagi kembali berprofesi sebagai dokter, namun aku menikmati profesi baruku sebagai penulis buku. Dan Felix masih setia menemani hari-hari indahku hingga saat ini . (Dinar Enggarsasi)
Selasa, 20 November 2012
Orang-Orang yang Menginspirasi Saya untuk Menulis
Menulis adalah cara saya untuk bersenang-senang . Dengan menulis saya bisa menemukan kesenangan tersendiri entah itu apa yang penting dengan menulis bisa membuat saya senang ! Dan dengan menulis saya bisa mengutarakan atau mengungkapan isi hati atau yang sedang saya fikirkan . Apa saja yang saya lihat, dengar, dan yang saya perhatikan bisa menjadi modal untuk saya menulis. Dan suatu saat nanti keinginan saya untuk bisa mencetak sebuah buku yang isinya tentang semua yang saya tulis. Menulis tidaklah mudah, banyak hal yang perlu benar-benar difikirkan untuk menulis .
Selain saya suka meng-share tulisan saya itu di berbagai jejaring sosial seperti di status facebook atau timeline twitter saya. Tetapi yang saya share disana adalah hanyalah teriakan-teriakan pendek aja. Kalau terikan panjang ya seperti yang saya tulis di blog saya ini .
Dibulan Desember mendatang, karya saya dimuat dalam majalah sekolah saya . Majalah Arsitek namanya. Ini adalah kali pertamanya media cetak yang memuat karya saya. Karena baru kali ini saya mengirimkan karya saya di media cetak, haha !
Dan ada beberapa orang yang membuat saya semakin semangat untuk menulis, dan ini adalah daftar nama orang-orang yang menginspirasi saya untuk menulis :
1. Anji (ex-Drive) . tulisannya begitu romantis dan semangat-semangatnya bisa menjadi inspirasi saya
2. Virgo Araaf . orang ini udah saya anggap sabagai kakak saya sendiri. Tulisan mas Igo juga keren-keren .
3. Raditya Dika , karena selera humornya yang tinggi membuat tulisan-tulisan yang dibuatnya di bukunya membuat saya tertarik.
untuk anda yang suka menulis juga, siapa yang membuat anda terinspirasi? haha
dan teruslah bersemangat untuk menulis dan mempublikasikannya (bila perlu).
Selain saya suka meng-share tulisan saya itu di berbagai jejaring sosial seperti di status facebook atau timeline twitter saya. Tetapi yang saya share disana adalah hanyalah teriakan-teriakan pendek aja. Kalau terikan panjang ya seperti yang saya tulis di blog saya ini .
Dibulan Desember mendatang, karya saya dimuat dalam majalah sekolah saya . Majalah Arsitek namanya. Ini adalah kali pertamanya media cetak yang memuat karya saya. Karena baru kali ini saya mengirimkan karya saya di media cetak, haha !
Dan ada beberapa orang yang membuat saya semakin semangat untuk menulis, dan ini adalah daftar nama orang-orang yang menginspirasi saya untuk menulis :
2. Virgo Araaf . orang ini udah saya anggap sabagai kakak saya sendiri. Tulisan mas Igo juga keren-keren .
3. Raditya Dika , karena selera humornya yang tinggi membuat tulisan-tulisan yang dibuatnya di bukunya membuat saya tertarik.
untuk anda yang suka menulis juga, siapa yang membuat anda terinspirasi? haha
dan teruslah bersemangat untuk menulis dan mempublikasikannya (bila perlu).
Sabtu, 17 November 2012
Googling itu Penting
Bagi yang suka browsing pastinya ga asing dengan Google, ya kan ? Google adalah salah satu search engine yang popular dikalangan apapun. Hal apapun yang kita cari mungkin kita bisa mencarinya di google. Google sebenarnya adalah salah satu sarana yang bisa membantu kesulitan kita. Dan bagi saya google adalah sarana yang mungkin melatih saya untuk berusaha mandiri untuk dapat menghadapi tugas.
Kenapa saya katakan "Mandiri"? Saya ingat dengan kata-kata dari salah seorang yang sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri, Mas Igo namanya. Saya selalu bertanya-tanya sama Mas Igo gimana caranya buat inilah itulah dan sebagainya. Sebenarnya saya juga sungkan kalau saya selalu banyak tanya sama beliau. Suatu hari saya bertanya sama Mas Igo tentang bagaimana caranya menambah Widget Visitor di blog. Dia bilang ke saya untuk meminta saya untuk mencarinya di Google atau dengan istilah saat ini adalah "googling" . Dia selalu bilang "googling donk" , semenjak itu saya jadi berfikir wah bener juga ya. Apa gunanya google kalau enggak buat googling? Semenjak itu saya juga enggak mau ngerepoti seorang dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin orang yang saya tanya itu sedang repot.
Fikiran saya langsung terbuka, dari pada saya tanya kepada seorang yang mungkin suka "MEMBLOCOKAN" seorang dalam artian memberi tau kita dengan step yang salah dan mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan kita inginkan lebih baik saya googling di google dan mencari sampai ketemu apa yang kita cari.
Saya ucapkan terima kasih banyak buat google, karena google telah membuat saya :
1. Mandiri, dalam arti tidak ingin selalu bertanya kepada teman yang ada disekitar kita atau istilah gampangnya merepoti.
2. Pantang menyerah, bila saya belum menemukan apa yang saya cari saya akan mencarinya sampai dapat.
3. Dan saya menjadi berfikir selagi kita bisa melakukan sendiri kenapa tidak?
Tapi pesan saya jangan hanya menggunakan google untuk mencari tugas dengan catatan "Copy Paste" saja. Kita perlu membaca apa yang kita cari tersebut agar tidak dianggap hanya Copy Paste saja. :)
Selasa, 13 November 2012
Lihat, Dengar, Perhatikan Lalu Bicaralah
Berbicara mungkin adalah yang mungkin sangat mudah sekali untuk dilakukan. Dalam kehidupan takkan pernah tidak untuk tidak berbicara sekali pun. Orang yang mengalami tuna wicarapun mempunyai usaha untuk berbicara walaupun itu terlihat sangat susah sekali.
Mungkin anda belum tentu mengerti apakah orang yang anda ajak bicara itu bisa menerima perkataan anda, Jika asal ceplos tanpa memikirakan apa efek atau dampaknya, mungkin ada beberapa yang kecewa dengan perkataan anda.
Langkah pertama untuk hal ini adalah :
1. Lihat, lihatlah orang yang ada didepan ada. Siapakah dia?
2. Dengar, dengar apa yang dia bicarakan.
3. Perhatikan, setiap kata-kata yang dikeluarkannya lalu fikirkan benar-benar jawaban atau perkataan yang akan anda keluarkan untuk membalas pembicaraan lawan bicara anda.
4. Bicaralah, time is your! tapi ingat gunakan gaya bicara yang rilex. Jangan pernah mengeluarkan perkataan yang menyakitkan dan itu keluar tanpa sadar dari mulut anda.
Berbicara merupakan hal mudah tetapi mungkin bisa menyebabkan sebuah kefatalan jika kita salah berkata dan tidak pernah memikirkan benar atau salah yang kita katakan itu. Apa salah untuk dicoba, mencoba untuk menjadi lebih baik itu tidaklah sulit namun mungkin melalui proses yang sedikit rumit.
Sabtu, 06 Oktober 2012
Belajar Live Report Radio itu Asyik
Dikelas XII atau kelas 3 SMKN 1 blitar dengan jurusan broadcasting radio saat ini telah mendalami mata pelajaran Live report radio . Dulu saat saya pertama kali masuk kelas ini rasanya berat banget dengan pelajaran ini, dan merupakan tantangan berat untuk saya melaporakan secara langsung keadaan yang ada atau saat ini saya liput . tapi lama-kelamaan tugas ini menjadi tantangan yang harus saya tempuh dan bagi saya saat ini pelajaran ini sangat mengasyikan.Dan saya akan menge-share hasil script yang saya buat setelah saya melakukan live report Di departemen bangunan SMKN 1 Blitar dengan narasumber bapak Bapak Berowiyana selaku kepala departemen. :) Unduh Disini !
Jumat, 05 Oktober 2012
Bejo Yang Super Bejo
sebenarnya saya ingin sekali membahas ini, tapi mungkin ini adalah kesempatan yang tepat untuk membahas ini. semua orang pasti tau kalau setiap orang itu memiliki penilaian yang berbeda-beda dalam menilai suatu objek. iri itu adalah hal yang wajar bagi manusia, tapi itulah yang akan menghancurkan diri sendiri. saya ingat pesan dari salah satu guru Fisika saya di SMK, beliau mengatakan : "wong pinter iku panggah kalah karo wong bejo" yang artinya dalam bahasa indonesia : "orang pintar itu tetap kalah sama orang yang beruntung"... Terima kasih buat bapak Aziz... Langsung saja lanjut...boleh saja kita iri akan suatu hal, tetapi janganlah beranggapan kalo anda itu lebih "hebat" atau lebih "ahli" dari pada orang yang anda irikan. ingat pesan Bapak fisika tadi "orang pintar itu tetap kalah sama orang yang beruntung" . Jadi sudahlah ga ada gunanya kita iri hati hanya karena tidak dipilih dan sedangkan orang yang anda sebut saja "betty" anggap dibawah anda adalah orang yang terpilih.
mungkin ya memang anda adalah orang yang kurang beruntung dalam kesempatan itu, dan anda akan dapat meraihnya dalam suatu kesempatan yang lain disaat anda sudah tidak dalam satu lingkup dengan "betty" tadi. ya berpandai-pandailah anda untuk menjadi seorang yang beruntung, sudahlah Tuhan itu maha adil, so take it easy. Langkah kalian masih panjang untuk meraih apa itu "bejo" (keberuntungan), janganlah terhenti disini tapi mulailah dari sini .
= Dinar Enggarsasi =
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)