Senin, 13 Mei 2013

Kenyataanya Kau Kembali (Short Fiction)


Namaku Claire dan aku menyukai fotografi. Hobi ku ini yang telah membawaku untuk menemukan orang yang ku sayangi. Dan lelaki itu adalah Jason. Aku ingat bagaimana kronologi manis ketika waktu mempertemukan kami saat itu. Tapi entahlah apa saat ini dia masih mengingatku? Atau bahkah sudah membuang jauh-jauh kenangan manis yang pernah terjadi diantara kita.

Sebelum dia menjadi model terkenal seperti saat ini. karir cemerlangnya sebagai model itu dimulai dari ideku yang mengirimkan fotonya kedalam ajang pencarian cover boy. Dan disana Jason terpilih untuk menjadi seorang Model disalah satu majalah remaja. Mungkin jika aku tidak memotret dan mengirimkan foto Jason ke ajang itu, saat ini mungkin dia masih bersamaku. Tapi biarlah, mungkin memang ini sudah menjadi jalannya menjadi seorang yang terkenal.

Semua kejadian itu terjadi sekitar 2 tahun silam, dimana untuk pertama kalinya aku berjumpa dengan Jason. Pada sore hari di sebuah taman kecil tengah kota, aku melihat Jason sedang duduk diam ditemanni olah buku yang sedang dibacanya. Dari jarak kejauhan ku abadikan momen biasa itu dalam sebuah jepretan kamera ku.

Tersadar akan gerak-gerikku yang mengambil gambarnya, dia menghampiriku. Perasaan takut itu pun muncul, karena aku telah memotretnya tanpa izin.
“apa yang kamu lakukan disini?”
“haa..haa... tidak apa-apa hanya kebetulan memotretmu.”
“oh.. tak apa. Kalau boleh tau namamu siapa?”

Dan selanjutnya aku berkenalan dengan Jason.  Mulai saat itu aku dekat dengan Jason, dan seiring berjalannya waktu kami pun berpacaran. Aku sering mengajak pergi Jason ikut denganku untuk berhunting foto. Dan menjadikannya sebagai modelku. Dan aku pun mengajarinya beberapa teknik memotret.
Hal yang tak pernah aku bisa lupakan hingga saat ini, saat kita berdua saat beristirahat sejenak ditemani oleh sejuknya angin sore dengan menatap senja sore nan indah dari sebuah taman kecil. Pelukan serta kecupan manis dibibirku ini masih terasa hangat ketika mengingat kejadian sore itu.
12 July 2010 adalah bulan ke-5 kami menjalani hubungan asmara ini, inginku memberi sedikit perayaan kecil untuk memperingati hari yang membahagiakan ini. ternyata rencana ini didahului Jason. Aku kalah start dengannya. Dia mengajakan kesuatu tempat yang menjadi kebiasaan kita bersama. Disebuah taman kecil dengan pemandangan indah sore itu, membuatku semakin terpesona olehnya.
“aku harap kau menyukainya,sayang”

Kalimat ini teruntai indah dari mulut Jason dengan memberikan sebuah hadiah kecil untukku. Kubuka perlahan hadiah kecil yang terbungkus oleh kertas kado berwarna merah muda itu dan ternyata isinya sebuah kalung yang sangat indah sekali. Dan akupun menyukainya. Aku juga memberikan sebuah hadiah untuknya, sebuah sarung tangan kecil yang mungkin bisa dia simpan.

Aku bertanya kepada Jason, apakah dia mau mengikuti sebuah ajang pencarian cover boy. Karena menurutku dia pantas untuk mengikuti ajang seperti itu lagi pula banyak foto-foto Jason yang ku bagus dan pantas untuk diikutkan ajang seperti itu. Aku pun meminta izin untuk mengirimkan fotonya keagency majalah itu.
“kamu yakin?” tanya Jason kepadaku. Dan sontak ku jawab yakin.
“baiklah kalau itu mau mu, apa salahnya mencoba bukan?” dia menyetujui permintaanku tersebut.

Pagi harinya aku mengirimkan foto beserta data diri Jason ke agency majalah tersebut. Beberapa minggu kemudian mendapatkan konfirmasi dari agency tersebut kalau Jason terpilih sebagai finalis coverboy. Kabar gembira ini langsung aku sampaikan kepadanya. Keesokkan harinya aku mengantarnya pergi ke Jakarta untuk menghadiri perlombaan itu.

Mungkin keberuntungan itu memang dimiliki oleh Jason dia memenangkan ajang itu. Menjadi juara 1 dan mendapatkan kontrak untuk menjadi model dimajalah itu. Dan dari sinilah kekawatiranku muncul, entah tiba-tiba terlintas dalam fikirku aku takut kehilangannya. Dia mendapatkan kontrak kerja di Jakarta, otomatis dia akan menetap disana untuk sementara waktu, sedangkan aku berada jauh di Yogja. Aku mencoba menghilangkan fikiran negatif itu.

Kenyataannya sekarang fikiran negatif itu berhasil menguasai otak dan hatiku. Dan itu benar-benar terjadi. Semenjak dia menetap dijakarta, 2 bulan kemudian aku sulit untuk menghubungi Jason. Jadwal yang sibuk membuatnya telah lupa akan diriku. Aku hanya bisa berharap dia akan kembali kesini.

Bulan demi bulan telah aku lewati tanpa pernah mendapat kabar dari Jason. Aku sering mendatangi tempat dimana kami sering bersama dan berharap Jason ada disana. Namun itu hanya bayanganku saja, dalam nyatanya Jason tidak ada disana. Aku tak tau bagaimana kejelasan hubunganku dengannya. Aku mulai putus asa menunggunya yang tak kunjung datang.

Dan saat ini aku memutuskan akan pindah ke Surabaya, untuk melupakan semua kenangan yang pernah ada disini. Mencoba mencari pekerjaan baru disana. Tak kusangka permintaanku terhadap Jason untuk mengikuti ajang pencarian model tersebut akan menggantungkan hubunganku dengannya.

Tekatku sudah bulat untuk pergi ke Surabaya. Kulihat jam yang ada di Bandara menunjukkan pukul 3 sore, satu jam lagi aku akan melakukan penerbangan ke Surabaya. Terdengar suara orang yang sedang berlari dan memanggil namaku dari kejauhan. Kutolehkan kepalaku kebelakang dan ku lihat sesok Jason dibelakang sana yang ingin bertemu denganku. Aku pun menghampirinya.

Dia tau dari keluargaku kalau aku akan pergi ke Surabaya, dia menceritakan semua alasannya kenapa tidak menghubungiku. Dia melarangku untuk pergi ke Surabaya. Dia berjanji untuk kembali ke Jogja dan kembali padaku. (Dinar Enggarsasi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar