Selasa, 13 November 2012

Lihat, Dengar, Perhatikan Lalu Bicaralah

Berbicara mungkin adalah yang mungkin sangat mudah sekali untuk dilakukan. Dalam kehidupan takkan pernah tidak untuk tidak berbicara sekali pun. Orang yang mengalami tuna wicarapun mempunyai usaha untuk berbicara walaupun itu terlihat sangat susah sekali.

Berbicara memang mudah tetapi mengeluarkan apa yang dibicarakan itu perlu mengalami beberapa proses dan pemikiran dalam otak. Tidak hanya asal berbicara namun juga memikirkan apa yang dibicarakan. Itu sangat penting sekali, karena apa? Biasanya orang tidak mau dikatakan kalau dia adalah seorang yang "Cerewet". Benar bukan? Maka dari itu saringlah apa yang ingin dibicarakan, jangan asal ceplos.

Mungkin anda belum tentu mengerti apakah orang yang anda ajak bicara itu bisa menerima perkataan anda, Jika asal ceplos tanpa memikirakan apa efek atau dampaknya, mungkin ada beberapa yang kecewa dengan perkataan anda. 

Langkah pertama untuk hal ini adalah :
1. Lihat, lihatlah orang yang ada didepan ada. Siapakah dia? 
2. Dengar, dengar apa yang dia bicarakan.
3. Perhatikan, setiap kata-kata yang dikeluarkannya lalu fikirkan benar-benar jawaban atau perkataan yang akan anda keluarkan untuk membalas pembicaraan lawan bicara anda.
4. Bicaralah, time is your! tapi ingat gunakan gaya bicara yang rilex. Jangan pernah mengeluarkan perkataan yang menyakitkan dan itu keluar tanpa sadar dari mulut anda.

Berbicara merupakan hal mudah tetapi mungkin bisa menyebabkan sebuah kefatalan jika kita salah berkata dan tidak pernah memikirkan benar atau salah yang kita katakan itu. Apa salah untuk dicoba, mencoba untuk menjadi lebih baik itu tidaklah sulit namun mungkin melalui proses yang sedikit rumit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar